Perancangan Sistem Prototipe Prediksi Perilaku Kebakaran Bawah Tanah di Sumatera Selatan

Ika Oktavianti

Abstract


Kebakaran, yang merupakan akar penyebab kabut asap, terdiri dari beberapa faktor, yaitu : praktik umum pembakaran lahan pertanian, penggundulan hutan, dan musim hujan yang tertunda (karena kondisi iklim yang tidak biasa dalam 20 tahun terakhir, seperti El Nino). Bagi perusahaan perkebunan, pembakaran lahan adalah cara yang cepat dan mudah dalam menyiapkan tanah untuk menanam benih yang baru dan kebakaran yang sebagian besar terjadi di lahan gambut (gambut adalah tanah yang terdiri dari sebagian bahan tanaman yang membusuk terbentuk di daerah sawah), cenderung menghasilkan api di bawah tanah yang bersifat lama, sangat banyak menghasilkan asap, dan dan sulit dipadamkan. Krisis hutan dan kebakaran lahan yang terjadi di Sumatera Selatan biasanya dimulai pada awal bulan Juli dan kondisi kabut ini berlangsung sampai dengan pertengahan November. Tercatat sesuai data statistic, pada tahun 2014-2015, 60% lahan yang terbakar adalah lahan gambut. Pada saat terjadi tragedy kebakaran di tahun 2015, Pemerintah berupaya keras memadamkan api di lahan gambut, dengan water bombing, membuat kanal-kanal, dan lain-lain dengan berbagai bantuan pihak local dan juga internasional. Tetapi tidak ada cara yang lebih efektif selain melakukan pencegahan. Pencegahan dilakukan dengan pemasangan aerial sensor dan subsurface sensor. Aerial sensor tidak hanya mendeteksi kebakaran hutan dalam satu hal,, tetapi juga mendeteksi beberapa aspek, seperti level ozon, karbon dioksida, karbon monoksida, dan hal lain yang terkait dengan kebakaran hutan. Subsurface sensor berfungsi mendeteksi kebakaran di bawah permukaan tanah yang selama ini tidak dapat terdeteksi. Data yang dihasilkan akan diolah menggunakan data mining dengan menggunakan metode classification. Hasil akhir dari penelitian ini adalah didapat model dan algoritma yang paling baik untuk Sumatera Selatan, yang bisa selanjutnya digunakan untuk pencegahan kebakaran hutan gambut.

Keywords


kebakaran hutan, lahan gambut, asap, aerial sensor, subsurface sensor

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.