Literatur Review tingkat kematangan E-Learning di Perguruan Tinggi Indonesia

Purwita Sari, Darius Antoni, Syahril Rizal

Abstract


Implementasi e-learning di Indonesia sudah banyak diterapkan pada Perguruan Tinggi dalam hal mengatasi kendala sumber daya belajar. Untuk memahami proses implementasi e-learning yang sudah ada, dibutuhkan evaluasi tingkat kematangan sistem e-learning yang dianggap mampu mengungkapkan dan menggambarkan proses yang sudah berjalan. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui aspek atau katergori apa yang telah mencapai tingkat kematangan sistem e-learning yang ada di Perguruan Tinggi Indonesia yang baik dan kategori apa yang masih perlu ditingkatkan maturity-nya supaya tidak mengalami kegagalan dan penerapan e-learning dapat berlangsung dengan sukses. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja eMM yang dapat digunakan sebuah institusi untuk mengukur sejauh mana (tingkat kematangan) kapabilitas e-learning yang ada apakah sudah sesuai atau belum dengan kebutuhan pengajar, pembelajar, dan institusi.  Dimensi kapabilitas dinyatakan dalam skala 1 (Delivery), 2 (Planning), 3 (Definition), 4 (Management), dan 5 (Optimization). Hasil dari penelitian ini adalah berupa gambaran tingkat kematangan e-learning yang ada di Perguruan Tinggi Indonesia.

Keywords


e-learning, tingkat kematangan, eMM

Full Text:

PDF

References


Rosenberg, M 2006 Beyond E-Learning Pffeifer, San Fransisco.

Bakri, M. A. (2015). Evaluasi Kemampuan e-Learning Universitas Mercu Buana.

Marshall, S. J., & Mitchell, G. (2008). What are the key factors that lead to effective adoption and support of e-learning by institutions. Proceedings of HERDSA 2008.

Antoni, D. (2015). Faktor-Faktor Usability Internet Banking di Indonesia.

K. Tawsopar and K. Mekhabunchakij, "Linking Learning Objects to EMM Metrics on Learning Delivery: A Case Study of IT Curriculum Development," Walailak Journal of Science & Technology, vol. 10(2), pp. 169-180, 2013.

Marshall, S.J. and Mitchell, G. (2007). Benchmarking International E-learning Capability with the E-learning Maturity Model. In Proceedings of EDUCAUSE in Australasia 2007, 29 April - 2 May 2007, Melbourne, Australia.

http://www.caudit.edu.au/educauseaustralasia07/authors_papers/Marshall-103.pdf

Prayudi, Y 2009 “Kajian Awal: Elearning Readiness Index (ELRI) sebagai Model bagi Evaluasi Elearning pada Sebuah Institusi” Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Herdianto, R., & Bandung, Y. (2012). Roadmap Pengembangan E-Learning Berbasis E-Learning Maturity Model (eMM).

Sari¹, S. K., Hariyanto, B., & Maharani, W. (2012). THE DEVELOPMENT OF E-LEARNING MATURITY MODEL (EMM) FOR HIGHER EDUCATION INSTITUTION IN INDONESIA.

Usaheni, T., Rizal, F., Efrizon. (2013). Evaluasi Tingkat Kematangan E-Learning Berdasarkan ELearning Maturity Model (eMM) Di Universitas Riau.

Bakri, Muhammad Amin. Evaluasi Kemampuan e-Learning Universitas Mercu Buana dengan Menggunakan eMM (e-Learning Maturity Model). 2015.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.