Co-Occurence Matrix dan Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik untuk Deteksi Manusia

Fitri Damayanti, Indah Agustien Siradjuddin

Abstract


Abstrak—Terdapat dua tahapan untuk membangun sistem deteksi manusia, yaitu ekstraksi fitur dan klasifikasi. Co- Occurence Matrix digunakan untuk pada tahap pertama yaitu ekstraksi fitur, karena metode ini dapat memberikan informasi suatu piksel terhadap piksel tetangganya.  Sedangkan pada klasifikasi, yaitu mengidentifikasi apakah obyek yang terdeteksi adalah target, digunakanlah metode jaringan syaraf tiruan Propagasi Balik, yaitu suatu pengklasifikasi terawasi.  Ujicoba menggunakan data yang berasal dari dataset benchmark dan dataset buatan.  Tingkat akurasi rata-rata yang dihasilkan dari kombinasi dua metode ini adalah 98%.  Dengan tingkat akurasi yang tinggi ini, maka sistem deteksi manusia dapat dikembangkan menjadi sistem yang lebih besar, seperti sistem pelacakan pergerakan manusia  
Indeks—co-occurence matrix, propagasi balik, glcm, deteksi manusia.

Full Text:

A38-A41

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Aplikasinya
Jurusan Sistem Informasi | Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Sriwijaya