Komparasi Dua Teknik Black Box Testing: Equivalence Partitioning dan Boundary Value Analysis (Studi Kasus: Aplikasi Postcrossing)

Sofiyah Ikhlaashi, Hanson Prihantoro Putro

Abstract


Pengujian black box adalah pengujian atas fungsi input-output suatu perangkat lunak. Pengujian akan dilakukan pada aplikasi postcrossing, yang merupakan situs web online untuk memfasilitasi anggotanya untuk mengirim dan menerima kartu pos dalam bentuk nyata dari seluruh dunia. Masalah yang ditemukan yaitu anggota membutuhkan waktu terlalu lama dalam mendapatkan kuota mereka untuk mengirim kartu pos lagi, dan sering mendapatkan alamat dari negara yang sama. Untuk menguji keakuratan aplikasi ini, dua metode pengujian black box digunakan sebagai perbandingan: equivalence partitioning dan boundary value analysis. Makalah ini menghasilkan perbedaan dari kedua metode black box ini, khususnya pada langkah pengujiannya. Metode equivalence partitioning dilakukan dalam tujuh tahap: menentukan use case yang akan diuji, menentukan kriteria, mendefinisikan partisi, membuat data uji, membuat kasus uji, melakukan pengujian, dan mengevaluasi hasilnya. Sedangkan boundary value analysis memiliki sembilan tahap: menentukan use case yang akan diuji, menentukan kriteria, menentukan nilai batas, menentukan nilai bawah batas dan nilai atas batas, membuat data uji, membuat kasus uji, melakukan tes, dan mengevaluasi hasil.

Keywords


Black Box Testing; Equivalence Partitioning; Boundary Value Analysis; Postcrossing

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.