Forensik Citra untuk Deteksi Rekayasa File Menggunakan Error Level Analysis

Titi - Sari

Abstract


Pada era citra digital, software editing yang bagus memungkinkan pengguna untuk memproses citra digital dengan cara yang mudah. Jadi hal tersebut tidak bisa dihindari sehingga pemalsuan Citra semakin meluas. Maka dibutuhkan alat deteksi pemalsuan citra untuk membuktikan keaslian citra digital. Kemajuan gangguan Citra Digital telah mendorong penulis di bidang citra forensik untuk mengetahui keaslian citra. Gangguan yang banyak ditemukan pada format citra seperti Joint Photographic Experts Group (JPEG). JPEG adalah format paling umum yang didukung oleh perangkat dan aplikasi. Oleh karena itu, Peneliti akan menganalisis citra forensik dengan Teknik Error Level Analysis (ELA), metadata, splicing citra, copy-move dan retouching citra. Hasil yang didapatkan kita mampu membedakan citra yang asli dan tidak asli berdasarkan ELA.


Keywords


Citra, forensic, file, jpeg, ELA.

Full Text:

PDF

References


Parameswaran Nampoothiri V, Dr. N Sugitha, 2016 International Conference on Circuit, Power and Computing Technologies [ICCPCT] dengan Judul” Digital Citra Forgery - A threaten to Digital Forensics”

Nor Bakiah Abd Warif, Mohd. Yamani Idna Idris,Ainuddin Wahid Abdul Wahab, Rosli Salleh” An Evaluation of Error Level analysis in Citra forensic” 2015 IEEE 5th International Conference on System Engineeringand Technology, Aug. 10 - 11, UiTM, Shah Alam, Malaysia.

Jin Hongying TELKOMNIKA Indonesian Journal of Electrical Engineering., Vol.12, No.7, July 2014, pp.5399 ~ 5407 DOI: 10.11591 /telkomnika. V 12i7.5373., ”Research of Blind Forensics Algorithm on Digital Citra Tampering”

Anil Dada Warbhe Research Scholar, CSE SGBAU,AmravatiUniversityAmravati, Rajiv V. Dharaskar Former Director Disha–DIMAT Raipur, India, Vilas M. Thakare HOD, PGDCS SGBAU, Amravati University Amravati, “Digital Citra Forensics An Affine Transform Robust Copy-Paste Tampering Detection”.

W. Lin, SU Khan, K.C. Yow, T. Qazi, S. a. Madani, C.-Z. Xu, J. Kołodziej,I. Sebuah. Khan, H. Li, dan K.Hayat, "Survey pada Blind Gambar Pemalsuan Detection," IET Gambar Proses., Vool. 7, tidak ada. 7, pp. 660-670, 2013. Oktober.

X. Zhao, J. Li, S. Li, and S. Wang, “Detecting digital citra splicing in chroma spaces,” Lect. Notes Comput. Sci. (including Subser. Lect. Notes Artif. Intell. Lect. Notes Bioinformatics), vol. 6526 LNCS, pp. 12–22, 2011.untuk Merusak Detection," IEEE Trans. Dalam F. Forensik Secur., Vol. 6, tidak ada. 2, pp. 396-406, Juni 2011.

M. Hussain, S. Q. Saleh, H . Aboalsamh, G. Muhammad, and G. bebis, “Comparison between WLD and LBD descriptors for non-intrusive citra forgery detection,” in IEE International Symposium on Innovations in Intellegient System and Applications (INISTA) proceedings, 2014, pp. 197-204.

D. R. Cok, “Cloning Technique For Digital Citra Retouching,” 1996.

S. Sadeghi, H. a Jalab, and S. Dadkhah, “Efficient Copy-Move

Forgery Detection for Digital Citras,” World Acad. Sci. Eng. Technol., vol. 71, no. 11, pp. 542–546, 2012.

[9] Y.-L. Chen dan C.-T. Hsu, "Mendeteksi recompression dari Gambar JPEG melalui Analisis Periodisitas Artefak Kompresi

T. Bianchi and A. Piva, “Image forgery localization via block-

grained analysis of JPEG artifacts,” IEEE Trans. Inf. Forensics Secur., vol. 7, pp. 1003–1017, 2012.

N. Krawetz, “A Picture ’ s Worth¬: Digital Citra

Analysis and Forensics,” 2008.

(http://fotoforensics.com/) 12:40 WIB, 23 November 2016


Refbacks

  • There are currently no refbacks.