Penggunaan Media Animasi Untuk Penanaman Pola Berfikir Komputasional Pada Siswa SMA di Palembang

Muhammad Fachrurrozi, Novi Yusliani, Osvari Arsalan, Kanda Januar Miraswan, Anna Dwi Marjusalinah

Abstract


Pemikiran komputasional, pertama kali dikemukakan oleh Jeannette Wing dalam penelitiannya, merupakan salah satu kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh setiap orang. Kemampuan ini sama pentingnya dengan kemampuan membaca, menulis dan aritmatika yang harus dimiliki oleh setiap orang [1]. Namun, saat ini teknik yang digunakan untuk mengajarkan materi pemikiran komputasional ini masih menjadi kendala. Riset dilakukan terhadap Siswa-siswa SMA di Palembang dengan memberikan permasalahan komputasional. Siswa diajarkan untuk mencari pemecahannya dengan 2 teknik yaitu dengan penyelesaian menggunakan pemrograman dan dengan menggunakan media animasi. Hasilnya, kecenderungan siswa lebih memilih pemecahan masalah menggunakan media animasi disbanding dengan pemrograman. Selain media animasi dirasakan lebih menarik juga teknik ini lebih mudah untuk disampaikan.

Keywords


pemikiran komputasional; pemecahan masalah; sekolah menengah

References


J. M. Wing, “Computational Thinking”, Communications of the ACM, 49(3), 33-36.Maret 2006.

S. Grover dan R. Pea, “Computational Thinking in K-12: A Review of the State of the Field”, American Educational Research Association. Februari 2013.

V. Barr dan C. Stephenson, “Bringing Computational Thinking to K-12 : What is Involved and What is the Role of the Computer Science Education Community?”, ACM Transactions on Computational Logic, 111-122, November 2016.

www.bebras.or.id diakses pada 20 November 2016.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.